News & Articles

Reading is Music of Mind: Bacalah Referensi Futsal Mutakhir
By. Abdul Rivai Ras
Untuk bisa bermain futsal yang baik dan benar perlu ada bacaan secara teoritis tentang teknik, taktik dan training. Saya merekomendasikan anda untuk membaca buku yang satu ini. Esensi buku ini cukup simple dan mudah dipahami sehingga mudah untuk dipraktekkan oleh anda yang maniak bermain futsal.

Teknik Dasar Modern Futsal
By. Andri Irawan, S.Pd
(Dosen futsal & Sepak bola Fak. Ilmu Keolahragaan Univ. Negeri Jakarta) Mantan Pemain Timnas Futsal Indonesia 2003-2008

Telah Hadir Buku Yang Mengupas Abisss Teknik Bermain FUTSAL untuk PERTAMA KALI di Indonesia …

Di Lengkapi dengan Contoh Gambar Latihan. Melalui buku ini, pecinta futsal di seluruh Tanah Air dapat mengetahui tekhnik bermain futsal yg baik & benar.. Buku ini sangat aplikatif utk diterapkan dan mudah dipraktekkan bagi seorang pemula..
Contact Person: Sdr Hensoe at Cempaka Putih Tengah JAKPUSESIA: 021-98655566 Or XL: 0819855566.
Email : hensoe76@yahoo.com

Pekembangan Futsal di Indonesia
By. Futsal Society

Futsal masuk ke Indonesia sebenarnya pada sekitar tahun 1998-1999. Lalu pada tahun 2000-an, futsal mulai dikenal masyarakat. Pada saat itulah futsal mulai berkembang dengan maraknya sekolah-sekolah futsal di Indonesia. Lalu pada tahun 2002 AFC meminta Indonesia untuk menggelar kejuaraan Piala Asia. Futsal di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang. Akan tetapi, sampai saat ini olahraga futsal hanya bersifat rekreatif saja, belum menjadi sebuah olahraga profesional. Jadi saya rasa untuk awal-awal perkembangannya sudah bagus. Sekarang tinggal bagaimana Badan Futsal Nasional (BFN) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dapat bekerja bahu-membahu untuk membawa olahraga ini dinikmati semua masyarakat dan menjadi sebuah olahraga yang profesional.

Apa saja kendala yang dihadapi dalam mengembangkan futsal?

Kendala utama di olahraga ini adalah soal dana untuk uji coba. Akibatnya, apabila tim nasional kita bertanding di dalam negeri pasti kita selalu menang besar. Tetapi, kita tidak mendapatkan pelajaran dari kemenangan-kemenangan itu. Tim nasional perlu untuk bermain di luar negeri agar bisa belajar dan mengetahui kekuatan lawan walaupun nantinya kita mengalami kekalahan. Di Eropa terdapat tim-tim yang kuat. Kita seharunya bertanding melawan mereka. Untuk saat ini, untuk mencari pengalaman bertanding dengan tim-tim kuat hanyalah dengan mengikuti pertandingan persahabatan, kejuaraan ASEAN, dan kejuaraan invitasi, seperti KL World 5 yang akan dimulai pekan depan Apa yang seharusnya dilakukan agar futsal menjadi olahraga profesional dan Indonesia menjadi kekuatan futsal dunia?

Yang pertama adalah sosialisasi. Harus semakin banyak diadakan kejuaraan atau turnamen dengan menggandeng sponsor. Memang ini merupakan tugas kami, BFN, yang seharusnya memikirkan untuk kompetisi-kompetisi. Saat ini kami sedang membicarakan mengenai program-program futsal di Tanah Air. Kerja sama dengan pihak-pihak terkait, terutama dengan berbagai media, bisa menjadi saran penting untuk socialsasi. Lalu pembinaan harus dibenahi. Kerjasama dengan pihak Depdiknas dan Menpora agar futsal menjadi olahraga wajib di sekolah-sekolah dasar bisa menjadi salah satu solusi. Yang terakhir adalah sarana. Saat ini lapangan futsal yang berlapis rubber (karet) masih jarang. Lapangan-lapangan indoor soccer yang ada seperti di Jakarta saat ini malah semakin menjamur. Sarana futsal mestinya makin diperbanyak. Bagaimana dengan Liga Futsal Nasional yang pernah berjalan beberapa waktu lalu dan kemudian menghilang

Asal Mula Futsal

By Putracinde

Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi “Sepak Bola dalam Ruangan”.

Menurut FIFA, asal mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya kesal, karena rencana yang Ia susun jadi berantakan karena lapangan yang tergenang air. Lalu Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama Ia tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit, Ia memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang tiap tim, termasuk penjaga gawang. Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah Futsal olahraga yang digandrungi masyarakat luas. Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing. Kanada dan Brazil termasuk negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka. Mereka menentang keras sejarah Futsal versi FIFA ini. Brazil mengklaim bahwa saat yang bersamaan dengan munculnya cerita Ceriani, pemain bola di Brazil sudah melakukan hal yang sama, namun di Brazil tidak menggunakan aturan baku, artinya aturan tiap daerah berbeda-beda. Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu,

peraturan futsal juga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia. Di Italia, futsal mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia.

Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London.

Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin. Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984. Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara. Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia. Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal. Piala dunia futsal edisi FIFA yang pertama digelar di Belanda pada 1989 dan yang kedua digelar di Hong Kong di tahun 1992, dengan Brazil sebagai juara di kedua edisi ini. Dengan adanya beberapa pertimbangan, akhirnya FIFA mengubah jadwal piala dunia Futsal ini menjadi empat tahun sekali.

Pembentukan Pemain Futsal Handal

By. Zero Futsal Community

Dalam membentuk pemain futsal yang handal setidaknya anda dapat memahami piramida pembentukan pemain yang terdiri dari enam hal yaitu :

1. Piramida pembentukan pemain dimulai dari yang terbawah yang mendapat porsi paling besar yaitu penguasaan bola (ball mastery) – Latihan individu dengan berbagai variasi gerakan menggunakan kedua kaki. Latihan penguasaan bola bisa jadi latihan yang terlihat simple dan sangat membosankan. Mengulanginya adalah sebuah keharusan

2. Passing dan Menerima (Passing and Receiving) – Latihan untuk memperbaiki first touch (sentuhan awal). Sangat penting bagi semua level dan sangat berrfungsi dalam menumbuhkan akurasi passing

3. Pergerakan (Moves, 1 vs 1) – Latihan berbagai pergerakan dengan bola, dengan format 1 vs 1 yang nantinya akan terpraktekkan di permaianan. Bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dengan memenangi duel individual

4. Kecepatan (Speed) – Latihan dan permainan yang bertujuan memperbaiki akselerasi dan kelincahan. Baik berupa lari dengan atau tanpa bola

5. Penyelesaian Akhir (Finishing) – Latihan dan permainan yang mengajarkan teknik dan menumbuhkan naluri bermain yang alamiah

6. Penyerangan Berkelompok (Group Attack) – Latihan dan permainan yang terdiri dari kombinasi kelompok kecil dengan tujuan menyerang dengan cara yang cepat.

 

Tips Bagi Pemain Futsal:

Adapted by Ipunk Ragil

Coaching Clinic: Pemanasan Buat Kiper

Sebelum melakoni pertandingan, pemanasan mutlak dilakukan. Hukumnya wajib. Sebab, pemanasan yang cukup akan membuat pemain lebih cepat beradaptasi dengan ritme pertandingan. Juga menghindari dari cedera yang parah. Nah, pertanyaannya bagaimanakah pemanasan yang sebaiknya dilakukan seorang kiper?Apakah berbeda dengan pemain-pemain lainnya? Secara garis besar, sama. Pemanasan awal ditujukan untuk melemaskan semua otot. Hanya, ada beberapa gerakan pemanasan untuk kiper yang berbeda dengan pemain lain. Kiper sebaiknya menambah porsi pemanasan yang bertujuan melemaskan tubuh bagian atas. Juga bagian punggung. Salah satu bentuk pemanasan untuk kiper, misalnya, dengan melakukan gerakan ke kiri dan kanan dalam posisi tertidur. Caranya, ada rekan lain yang membantu kiper tersebut dengan menangkap dan memberikan bola secara vertikal. Posisi rekan tersebut harus berdiri. Kemudian dia harus melemparkan bola ke arah kiper dengan arah bola yang berganti-ganti. Ke kiri atau kanan.

Dalam pertandingan, kiper sering sekali melakukan gerakan-gerakan yang mengandalkan tubuh bagian atas. Misalnya memotong umpan-umpan lambung lawan. Karena itu, pemanasan seperti di atas sangat penting sekali.

Meski begitu, jangan lupakan pemanasan untuk kaki. Sebab, sama dengan pemain lain, kiper akan melakukan tendangan-tendangan jarak jauh yang membutuhkan tenaga dan kaki yang prima.

Coaching Clinic: Pemanasan Buat Defender

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar pada gerakan-gerakan pemanasan buat defender, midfielder, dan striker. Awalnya, semua nyaris sama. Namun melihat tugas dan peran mereka selama pertandingan, ada beberapa variasi pemanasan yang dianjurkan berbeda.

Untuk defender, sebelum melakukan pertandingan, harus pastikan kondisi lutut benar-benar siap. Karena itu, lakukan pemanasan yang bisa melemaskan otot-otot di sekitar lutut. Misalnya loncat-loncat ringan dan ketika kaki di udara, sedikit ditekuk. Tidak perlu lama, yang penting cukup.

Juga jangan lupakan bentuk pemanasan yang menitikberatkan pada bagian tubuh bagian belakang. Terutama punggung. Kecenderungannya, defender akan sering melakukan lompatan-lompatan tinggi. Butuh energi lebih dan otot yang siap untuk melakukannya.

Itu sangat penting. Sebab selama ini jika pemain kurang melakukan pemanasan yang cukup di tubuh bagian belakang, kerap bermasalah dengan punggungnya. Contohnya usai melakukan lompatan yang berisiko tinggi, otot akan tertarik dan terasa nyeri.

Terakhir, selain punya kecepatan lari yang berfungsi mengimbangi striker lawan, defender biasanya dituntut bisa melakukan tekel bersih. Nah, untuk melakukan tekel yang tidak membahayakan diri sendiri dan lawan, tentunya tubuh harus benar-benar siap. Lagi-lagi pemanasan yang benar, mutlak dibutuhkan.

Coaching Clinic: Pemanasan Buat Gelandang

Dibandingkan dengan posisi lain, ada kecenderungan, pemain di posisi gelandang lebih banyak melakukan lari. Rata-rata, di tiap pertandingan, gelandang akan berlari sepanjang 6-8 km.

Nah, lebih dari itu, gelandang dipastikan akan sering melakukan sprint. Karena itu butuh kondisi yang benar-benar siap. Terutama di bagian lutut. Jangan berharap bisa melakukan tugas gelandang dengan baik, jika lutut selalu bermasalah

Banyak sekali jenis pemanasan yang berfungsi menjaga kestabilan lutut. Terpenting cara melakukannya benar. Dan tidak perlu waktu yang lama.Secara umum, jenis pemanasan untuk gelandang sebenarnya standar. Hanya, dianjurkan ada porsi lebih untuk pelemasan di bagian paha dan betis. Ingat, sering kali gelandang kram atau otot tertarik ketika dia kurang melakukan pemanasan.

Awal pemanasannya sederhana. Bisa saja lari pendek. Jaraknya 15-20 meter. Hanya, tingkat kecepatannya yang diubah-ubah. Pertama sprint kemudian baliknya pelan. Ini bisa dilakukan secara bertahap. Cukup 3-5 kali putaran. Baru setelah itu dilakukan peregangan. Nah, disini lah, peregangan di bagian paha mutlak diperhatikan. Sebab, disadari atau tidak, otot-otot di bagian ini akan melakukan aktivitas yang luar biasa.

Coaching Clinic: Pivot and Rote

Pivot

Membiarkan lawan memiliki ruang tembak adalah sebuah kesalahan besar dalam futsal. Dengan luas lapangan yang tidak terlalu besar, lawan bisa langsung menendang ke gawang setelah melewati garis tengah. Untuk itu, upaya menutup ruang tembak lawan harus dilakukan dengan kokoh tanpa melakukan pelanggaran berat.

Dalam futsal, sering terjadi situasi ketika seorang pemain menerima umpan dengan posisi memunggungi gawang. Saat itu, bek lawan pasti mencoba mengambil bola tersebut dari belakang. Upaya pemain yang menerima bola salah satunya adalah dengan melakukan pivot (gerakan memutar) sambil tetap menguasai bola.

Nah, sebagai seorang bek pasti tak akan membiarkan lawan membalikkan badannya setelah menerima umpan. Sebab, jika hal ini sampai terjadi maka lawan akan punya ruang tembak. Minimal dia bisa melakukan umpan kepada rekannya.

Perhatikan berat badan pemain lawan sebelum melakukan antisipasi. Jangan terlalu cepat bereaksi, karena bisa saja gerakan yang dilakukan adalah sebuah gerakan tipuan. Lebih utamakan melakukan marking yang menekan ruang geraknya dan tak bisa leluasa membawa bola

Rote

Mengutip pernyataan Johan Cruyff, “Sepak bola adalah permainan yang dilakukan dengan menggunakan otak.” Tentu saja hal ini juga berlaku bagi futsal. Maka, selain melatih fisik dan teknik, olah otak dan mental juga diperlukan bagi seorang pemain.

Salah satunya adalah dengan latihan rote atau menghafal tanpa berpikir. Secara umum bisa diartikan sebagai gerakan-gerakan otomatis yang hanya bisa muncul dari hasil perpaduan antara latihan fisik dan mental yang berkesinambungan. Syaraf dan otak cenderung tidak aktif tanpa ada impuls yang masuk. Keduanya hanya bisa aktif ketika ada sinyal perubahan yang masuk ke otak. Jadi, sebuah pola latihan baru bisa efektif ketika ada unsur mental, fisik, dan spiritualnya. Artinya, setiap berlatih, minimal tiga unsur tersebut selalu ada.

Latihan yang akan Anda jalani ini bisa meningkatkan ketangkasan mengendalikan bola, terutama ketika Anda sedang mempelajari dasar-dasar bermain futsal. Tapi, jangan lupa, Anda belajar dengan langsung praktik. Semakin dalam analisis yang dilakukan, semakin besar keuntungan yang Anda peroleh dari permainan ini.

Coaching Clinic Futsal: Man to Man Marking

Pada umumnya cara penjagaan relatif sama dengan sepak bola yakni dalam posisi head to head dengan lawan. Hanya, ada beberapa pembeda yang perlu dilakukan dalam latihan. Hal itu adalah:

1. Ketika berhadapan langsung, sebaiknya posisi badan agak miring. Ini akan memudahkan kita, ketika lawan berhasil melewati. Kita tak akan tertinggal jauh ketika sama-sama melakukan sprint dan mengejar bola. Sebaliknya, jika berhadapan langsung, besar kemungkinan kita akan kesulitan mengejar lawan yang melewati kita karena dia lebih dulu melakukan sprint. Ingat, sprint di futsal jaraknya amat pendek.

2. Perhatikan jarak antara bola dengan posisi kita. Jangan terlalu jauh dan jangan terpengaruh dengan gerak tipu pemain lawan. Pada saat kita fokus pada bola, akan mudah untuk memotong serangan lawan dan memulai variasi serangan

Futsal plays – set pieces – out A

Petunjuk:

Pemain diposisikan seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pemain nomor 3 berjalan ke arah pemain nomor 1 yang melewati bola kepadanya. Nomor Player 3 mengembalikan bola ke pemain nomor 1, berbalik dan berjalan ke arah tujuan. Player nomor 1 melewati bola atas pemain bek ke nomor 3. Pemain nomor 3 tembakan pada tujuan. Pemain nomor 2 dan 4 harus mengambil pembela mereka jauh dari tujuan untuk membuat ruang bagi pemain nomor 3, jika tidak ada ruang yang cukup. Ini bagian set dapat digunakan ketika tim membela diposisikan tinggi di lapangan atau ketika mereka bermain menekan

Futsal plays – set pieces – out B

Petunjuk:

Pemain diposisikan seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kiri (eksekusi sangat mirip dengan potongan set sebelumnya). Pemain nomor 3 berjalan ke arah pemain nomor 1 yang melewati bola kepadanya. Pemain nomor 3 mengembalikan bola ke pemain nomor 1 (kali ini ia tidak berjalan ke arah tujuan). Sementara jumlah pemain 2 berjalan pelan menuju tengah lapangan dan kemudian ia mengubah arah dan berjalan di depan gawang. Player nomor 1 melewati bola atas pembela ke nomor pemain 2 tembakan yang pada tujuan. Nomor Player 4 harus mengambil bek nya jauh dari tujuan untuk membuat ruang bagi pemain nomor 2, jika tidak ada ruang yang cukup. Ini bagian set dapat digunakan ketika tim membela diposisikan tinggi di lapangan atau ketika mereka bermain menekan.

FUTSAL DEFENCE TACTICS

Ada beberapa faktor yang kita harus dipertimbangkan saat memutuskan bagaimana tim kami akan bermain di pertahanan (tergantung pada kedua tim):

* Keterampilan teknis / Technical skills

* Taktis keterampilan/ Tactical skills

* Kondisi / Condition

* Jumlah pemain / Number of players.

Dalam futsal sangat penting untuk mengetahui bagaimana tim lawan bermain dan berdasarkan bahwa kita memutuskan untuk taktik pertahanan tim yang tepat. Kita bisa memilih dari:

1. Rendah atau pembentukan zone / Low or zone formation: adalah formasi pertahanan di mana semua pemain diposisikan rendah di lapangan (di depan tujuan membela). Setiap pemain mencakup bagian tertentu dari lapangan dan difokuskan pada mencegah gambar pada tujuan dan bukan pada mencuri bola.

Ada beberapa faktor yang kita harus dipertimbangkan saat memutuskan bagaimana tim kami akan bermain di pertahanan (tergantung pada kedua tim):

Formasi tengah / Middle formation: adalah formasi pertahanan di mana kita membuat tekanan pada lawan yang memiliki bola di tangan. Pembela sedang menunggu pemain lawan untuk membuat kesalahan dan / atau lulus buruk.

Pembentukan Tinggi atau menekan / pressing :adalah sebuah formasi pertahanan di mana setiap pemain menandai lawannya di seluruh area bermain

4. Pembentukan pada bagian set / Formation on set pieces: adalah formasi pertahanan ketika tim lawan memiliki bagian set (tendangan bebas, tendangan sudut atau keluar). Kita bisa memilih antara pemain di pertahanan pemain atau pertahanan ruang.

5. Formasi Paksa (dengan angka yang lebih rendah dari pemain) / Forced formation (with a lower number of players): adalah sebuah formasi pertahanan ketika tim Anda memiliki pemain lebih sedikit di lapangan dibandingkan dengan lawan, yaitu ketika tim lawan bermain dengan kiper mereka

STRATEGI PENYERANGAN DALAM BERMAIN FUTSAL

Seperti sepak bola, taktik menyerang juga dikenal dalam permainan futsal. Ada beberapa strategi penyerangan yang dapat dipakai dalam bermain futsal. Strategi yang dipakai tergantung pada lawan yang akan dihadapi, kondisi fisik pemain dan lain-lain. Strategi tersebut diantaranya yaitu dengan formasi 2-2 yang dikenal dengan sebutan Square. Square merupakan strategi penyerangan paling dasar dimana empat orang pemain dibagi menjadi 2 baris. Dua pemain

berada dibaris depan dan dua pemain lainnya berada dibelakangnya.

Seperti sepak bola, taktik menyerang juga dikenal dalam permainan futsal. Ada beberapa strategi penyerangan yang dapat dipakai dalam bermain futsal. Strategi yang dipakai tergantung pada lawan yang akan dihadapi, kondisi fisik pemain dan lain-lain. Strategi tersebut diantaranya yaitu dengan formasi 2-2 yang dikenal dengan sebutan Square. Square merupakan strategi penyerangan paling dasar dimana empat orang pemain dibagi menjadi 2 baris. Dua pemain berada dibaris depan dan dua pemain lainnya berada dibelakangnya.

Untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan karakteristik tertentu. Dua orang pemain di depan sebaiknya memiliki kecepatan dan skill mengumpan serta shooting yang baik. Sebaliknya dua pemain dibelakang harus selalu siap menerima bola dalam keadaan apapun. Strategi 2-2 ini sangat menguntungkan karena tidak menguras energi fisik. Formasi ini baru efektif jika pemain unggul dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan. Akan tetapi disamping keuntungan, strategi ini pun memiliki kelemahan khusus karena biasanya dukungan antar lini dalam melakukan penyerangan terasa kurang. Hal ini dikarenakan perbedaan skill yang dimiliki oleh para pemain. Ini akan sangat berbahaya jika team lawan melakukan covering dan pressing yang ketat, sehingga team yang menggunakan strategi 2-2 ini akan kesulitan.

R I C E – CEDERA ENGkEL

Akhir-akhir ini saya senang futsal dengan rekan-rekan saya, minimal seminggu sekali. Kadang saat futsal, ada saja rekan yang menderita cedera engkel atau biasa kita nyebutnya engkel keseleo. Bagi kita yang senang olahraga futsal atau basket, cedera ini sering kita jumpai. Biasanya terjadi saat kita berlari kemudian terpeleset dengan salah tumpuan atau saat setelah melompat kita salah menjejakkan kaki waktu mendarat. Tentunya sangat menjengkelkan bila engkel kita cedera. Karena sangat nyeri terutama untuk menjejakkan kaki ke tanah, bengkak, dan kita jadi berhenti bermain futsal atau basket, untuk sementara menjadi penonton.

Sebenarnya cedera engkel yang sering terjadi ada 2 macam, yaitu strain ankle dan sprain ankle injury. Strain terjadi ketika otot atau tenden kita terlalu meregang, sedangkan sprain, cedera yang lebih serius, adalah peregangan pada ligamen (jaringan ikat yang menghubungkan antar tulang). Sekitar 85% dari semua cedera engkel adalah sprain ankle dan 45% nya merupakan cedera saat olahraga. Sekitar 50% orang yang pernah menderita bisa kambuh lagi. Kebanyakan cedera engkel (sekitar 85%) adalah inversion injury yaitu kaki tertekuk ke arah dalam, sehingga terjadi peregangan pada ligament bagian luar. Sedangkan cedera engkel karena kaki tertekuku ke arah luar jarang terjadi, dikarenakan posisi anatomis kaki kita.

Sepatu Futsal [Tipe, Tips, dan Trik]

By. Futsal Community

Saat ini futsal menjadi olah raga yang sedang naik daun. Olah raga yang mirip dengan sepak bola ini sama mudahnya dimainkan dengan sepak bola. Bedanya Sepak Bola jamak dimainkan di outdoor, sementara Futsal dimainkan di indoor. Perbedaan lainya yang paling mencolok adalah jumlah pemain di lapangan. Di sepak bola kita biasa melihat satu tim bermain dengan 11 orang. Sementara di Futsal hanya memainkan 5 orang di lapangan. Ukuran lapangan Futsalpun jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan lapangan sepak bola. Berikut ini adalah detail ukuran lapangan sepak bola dan futsal :

Lapangan Sepak Bola

Lapangan Futsal

Berdasarkan ukuran lapangan, futsal jadi lebih praktis untuk dimainkan. Karena kita tidak dituntut untuk memiliki stamina yang bagus – bagus amat. Bandingkan dengan lapangan sepak bola yang lebih luas, kita dituntut untuk memiliki stamina yang bagus agar daya jelajah kita luas.

Apabila di sepak bola kita mengenal pemain – pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Wayne Rooney, Carlos Tevez, Alexander Pato, Andrea Pirlo, Bambang Pamungkas, Markus Horison,dll. Maka di lapangan futsal, kita sebaiknya mengenal Falcao. Falcao adalah bintang futsal dengan teknik kelas dunia yang sedang naik daun dan dijadikan panutan oleh penggemar futsal di seluruh dunia. Falcao lahir dan tumbuh besar di Brazil. Saat ini, ia adalah anggota timnas futsalnya Brazil, ia juga pernah beberapa kali dikontrak untuk bermain sepak bola di liga Brazil.

Sekarang mari kita bicara masalah sepatu futsal. Sepatu futsal terdiri dari dua tipe, yaitu untuk Artificial Surface (Lapangan Rumput Sintetis) dan Firm Surfaces atau Firm Ground (Lapangan Datar : terbuat dari kayu, semen, atau Taraflex).

Lapangan Rumput Sintetis

Lapangan Taraflex

karena permukaan yang berbeda, maka sepatu yang digunakanpun berbeda. Untuk lapangan dengan rumput sintetis, sebaiknya kita menggunakan sepatu yang ber-marking atau istilah umumnya bergerigi. Sementara untuk lapangan Taraflex dan sejenisnya, sebaiknya kita menggunakan sepatu yang non-marking. Kenapa harus begitu? Karena sepatu yang memiliki gerigi, memiliki daya cengkeram yang lebih baik ketika digunakan di lapangan yang berumput sintetis. Lapangan sintetis yang memiliki permukaan lebih lunak akan terasa licin apabila kita menggunakan sepatu non-marking. Karena sepatu tersebut tidak memiliki gerigi yang berfungsi untuk menjaga kelekatan sepatu pada permukaan yang lunak. Jadi kita bisa terhindar dari cedera yang tidak diinginkan, misalnya yang paling gampang jatuh dan akhirnya lecet – lecet. Sementara apabila kita menggunakan sepatu bergerigi di lapangan Taraflex juga tidak akan nyaman, dan bisa – bisa keseleo ketika menendang bola atau terpeleset. Sepatu non marking memiliki sol yang lebih lunak jika dibandingkan dengan sepatu bergerigi yang lebih keras. Hal ini pada akhirnya kembali lagi untuk menjaga daya cengkeram dan supaya tidak licin ketika digunakan. Supaya jelas, perhatikan gambar berikut ini :

Untuk Lapangan Rumput Sintetis

Untuk Lapangan Taraflex

Bagaimana? sudah jelas? Oo . . . masih kurang, oke deh kita lanjut ke bahasan berikutnya. Produsen sepatu mulai berlomba – lomba untuk menciptakan dan mengembnagkan sepatu futsal sesuai dengan karakter dan kebutuhan yang diperlukan oleh pemain. Sepatu – sepatu tersebut pada akhirnya dibagi lagi menjadi beberapa tipe. diantaranya adalah Speed, Power, Shoot, dan Control. Akan tetapi kita terlebih dahulu akan meninjau seperti apa sih spesifikasi umumnya? nih, saya kasih tau . . .

1. Material

Hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih sepatu futsal adalah bahan atau material dasarnya. Sepatu futsal bisa terbuat dari beberapa bahan, seperti kulit, kain (tekstil), dan bahan imitasi.

• Kulit

Meskipun cukup banyak bahan dasar pembuatan sepatu futsal, bahan dasar kulit, terutama kulit kangguru, masih dianggap sebagai bahan sepatu terbaik. Kelebihan kulit kangguru adalah kekuatan dan kelenturannya yang sangat baik sehingga nyaman digunakan. Selain kulit kangguru, kulit kerbau banyak digunakan untuk membuat sepatu futsal. Namun, kualitas kulit kerbau masih kalah dengan kulit kangguru

• Kain

Bahan rajutan ini biasanya digunakan pada sepatu futsal tipe Sala yang tersedia dalam beberapa merek. Bahan kain memiliki beberapa keunggulan, yaitu lebih ringan, mudah menyerap keringat, dan mudah mengeluarkan panas atau breathable. Mudahnya pengeluaran panas didukung oleh teksturnya yang berpori.

• Imitasi

Dibanding bahan kulit dan kain, bahan imitasi cenderung kurang baik durabilitasnya. Bahan imitasi pun mudah sobek, terutama bagian jahitan. Perbedaan yang paling mencolok dibanding bahan kulit dan bahan kain adalah kekakuan bahannya. Ya. Bahan imitasi memang lebih kaku dibanding bahan kulit dan kain.

Selain ketiga bahan yang telah disebutkan, kini banyak diciptakan bahan-bahan pembuatan sepatu futsal, seperti bahan berserat karbon yang ringan dan kuat.

2. Bagian Atas Sepatu

Bagian atas sepatu sebenarnya tidak terlalu penting. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, terutama bagian depan yang paling sering digunakan untuk menendang. Bagian-bagian vital itu harus dipastikan kekuatan dan kenyamanannya. Perhatikan jenis bahan yang digunakan, jahitan, dan bahan pelapis dalamnya.

Bagian lain yang perlu diperhatikan adalah tempat memasang tali sepatu. Jika model pemasang tali sepatu Anda menyamping, pastikan bagian tersebut tidak mengganggu bagian atas kaki saat digunakan. Lidah sepatu pun menjadi hal penting yang harus diperhatikan pelapisnya. Misalnya, pelapis berbahan kain atau berbahan busa.

Intinya, Anda harus memilih sepatu yang pelapis lidahnya nyaman digunakan. Bentuk lidah sepatu sebenarnya tidak terlalu penting, baik yang ditekuk ke depan maupun bentuk tradisional. Bedanya, bentuk lidah yang ditekuk akan membuat tali sepatu lebih terlindungi sehingga lebih awet karena jarang bergesekan dengan bola.

3. Bagian Belakang Sepatu

Yang harus diperhatikan pada bagian belakang sepatu adalah penopang tumit. Pastikan penopang tumit sepatu Anda kokoh, tidak mudah bertekuk, bagian sol empuk dan cukup tebal untuk menahan benturan kaki saat berlari. Bagian ini biasanya dilapisi bahan EVA yang empuk dan ringan. Bahkan, beberapa merek ada yang menggunakan peredam khusus pada bagian dalam sol, seperti bantalan udara.

Beberapa model sepatu ada yang menambahkan bahan karet untuk memantapkan akurasi tendangan saat melakukan backheel, mengoper atau menendang menggunakan tumit. Namun, tambahan karet ini tidak terlalu penting dan hanya bersifat sebagi fitur tambahan.

4. Lapisan Dalam dan Sol Dalam

Sepatu yang baik akan menggunakan pelapis dalam berbahan lembut, kuat, dan mampu menyerap keringat dari kaki. Selain itu, sol dalam harus empuk dan bagian bawahnya harus dilapisi kain yang turut dijahit, bukan hanya lapisan karton untuk menutup bagian sol bawah seperti yang kerap ditemui pada sepatu murah. Jika bagian belakang sol dilapisi imitasi, pastikan yang agak lembut dan tidak terlalu kaku untuk menghindari melepuhnya kulit.

5. Sol

Sol sepatu harus lentur, cukup tebal, dan kesat. Sol yang dipilih harus cukup tebal karena sol yang terlalu tipis dapat menyebabkan benturan kaki dengan lantai tidak teredam dengan baik. Lama-lama, benturan ini bisa menimbulkan cedera.

6. Jenis Sol

Jenis sol perlu diperhatikan karena lapangan futsal di Indonesia banyak yang menggunakan rumput sintetis atau buatan. Untuk lapangan berumput buatan, sol yang digunakan harus memiliki tonjolan-tonjolan atau pull dan bahannya lebih keras dibanding sol sepatu futsal biasa.

Sedikit tips dari saya, apabila anda adalah pemain dengan karakter speed atau pemuja kecepatan dalam dribble dan berlari, maka pilihlah sepatu yang memiliki bobot ringan. Hal ini penting untuk diperhatikan, karena bobot sepatu akan mempengaruhi performa di lapangan. Apabila anda merasa memiliki tendangan yang keras, maka pilihlah sepatu yang memiliki permukaan depan yang lebih keras dan sedikit berat. Hal ini penting untuk membantu anda dalam melepaskan tembakan yang keras dan terarah. Lalu apabila anda merasa memiliki kontrol dan umpan yang baik, pilihalah sepatu yang berbahan dasar kulit dan memiliki alur pada permukaanya. Bahan kulit dan alur yang ada akan mempermudah anda dalam mengontrol bola dan mengarahkan umpan. Sementara apabila anda adalah pemain belakang tangguh atau biasa dijuluki dog fighter, maka pilihlah sepatu yang agak berat. Pemain belakang tak perlu banyak berlari, mereka cenderung lebih mementingkan menjaga staibilitas tubuh untuk bisa menghalau berbagai serangan yang datang dari pihak musuh. Sepatu yang berat akan menjaga anda tetap berdiri kokoh dan stabil di atas lapangan. Berikut ini salah satu contoh sepatu dari berbagai tipe yang sudah saya sebutkan di atas:

Speed

Shoot

Control  Power

Demi keamanan dan kenyamanan saat bermain futsal yang sangat besar kemungkinan terjadinya kontak fisik, pakailah shinpad atau guard yang baik. Hal ini membantu meminimalisir resiko terjadinya cedera pada kaki kita, selain itu lakukanlah pemanasan yang cukup sebelum bertanding, sekian untuk info ini, semga bermanfaat. Thank YOU!!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>